Rabu, 13 Januari 2016

Jenis - jenis Editor PHP Untuk Programmer


Jenis - jenis Editor PHP Untuk Programmer
vbphotoshop.blogspot.com
text editor php, Untuk membuat aplikasi. Text editor php, html, php dibawah ini tentunya bukan hanya bisa digunakan untuk menuliskan script php. Tapi bisa juga digunakan untuk text editor html, txt editor css, dan yang lainnya.. selain diperlukan pengetahuan di bidang programming tentu diperlukan tool-tool. Salah satu tool yang diperlukan adalah text editor untuk menuliskan script bahasa pemrograman. Nah kali ini saya ingin sharing 10 text editor dalam membuat aplikasi dengan bahasa pemrograman PHP. Beberapa text editor paling bagus pernah saya gunakan dalam pengembangan aplikasi berbasis web.

Netbeans
text editor netbean


Netbeans merupakan text editor yang cukup lengkap bagi anda yang ingin membuat aplikasi dengan bahasa pemrograman PHP. Awalnya Netbeans dimiliki oleh Sun kemudian diakuisisi oleh Oracle. Pengembang Netbeans cukup rutin mengeluarkan rilis terbaru. Saat tulisan ini dibuat Netbeans memiliki versi 7.4. Sebenarnya Netbeans tidak hanya untuk bahasa pemrograman PHP namun ada juga untuk JAVA dan C++. Anda dapat memilih paket yang sesuai untuk anda dengan mengunjungi situsnya di . Satu hal yang cukup saya suka disini Netbeans memiliki fitur untuk merubah tema yang diinginkan. Kita juga dapat menginstal plugin-plugin yang sesuai dengan kebutuhan. Dukungan untuk Zend Framework dan Symphony juga ada pada Netbeans tersebut .

Eclipse
editor eclipse

Eclipse. IDE (Integrated Development Environment) ini termasuk cukup banyak pemakainya. Programmer Aplikasi Android pasti tidak asing dengan IDE yang satu ini. Eclipse sebenarnya untuk bahasa pemrograman JAVA, namun anda dapat mendownload plugin untuk bahasa lain termasuk PHP. Dukungan komunitas untuk Eclipse cukup banyak. Dengan tema yang dimiliki anda dapat merubah warna dari text editor tersebut.

Notepad++
editor notepad++

Notepad++ merupakan text editor ringan yang mendukung berbagai macam bahasa pemrograman. Bila anda ingin aplikasi yang ringan dan hanya untuk mengedit script pemrograman anda Notepad++ menjadi pilihan yang tepat.
Hasil gambar untuk sublime

Sublime merupakan text editor yang mendukung banyak bahasa pemrograman. Banyak dipakai oleh programmer-programmer terkemuka. Namun Sublime tidak gratis anda harus membayar lisensi untuk menggunakannya. Sublime cukup menarik saya rasa, dengan tampilan yang minimalis ditambah dengan berbagai macam fitur.

Bracket
editor Bracket


Bracket merupakan text editor yang cukup baru daripada text editor yang lain. Tampilannya seperti Sublime, cukup simple. Bracket dikhususkan bagi anda yang berkecimpung dalam bidang website karena bawaannya mendukung bahasa HTML, CSS, JAVASCRIPT. Namun dukungan untuk bahasa lain seperti PHP bisa anda dapatkan dengan menginstal pluginnya.

Aptana
editor Aptana


Kalau anda ingin Eclipse namun dari awal sudah mendukung PHP, Aptana merupakan jawaban bagi anda. Aptana merupakan text editor yang dibuat berbasis Eclipse. Tampilannya pun sangat mirip. Namun Aptana dikhususkan bagi programmer PHP dan RUBY.

KompoZer
editor KompoZer


Kompozer mempunyai fitur yang mirip dengan Adobe Dreamweaver (coding atau design). Programmer dapat mendesain langsung website tanpa menuliskan coding. Namu berbeda dengan Adobe Dreamweaver yang berbayar, Kompozer bisa didapatkan dengan gratis.

Zend Studio - commercial

Tampilan Zend Studio sangat mirip dengan Eclipse. Ya memang karena Zend Framework sendiri dibuat berbasis Eclipse. Namun Zend Studio dikhususkan bagi programmer PHP. Zend Studio tidak gratis anda harus membayar lisensi untuk menggunakannya. Namun tentu fitur-fitur dukungan untuk bahasa pemrograman PHP sangat lengkap.

Adobe Dreamweaver - commercial
editor Adobe Dreamweaver

Adobe Dreamweaver merupakan produk berbayar dari Adobe. Dreamweaver dikhususkan bagi pengembang website karena mendukung bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, JAVASCRIPT, PHP, ASP. Fitur – fitur yang dimilikinya juga cukup lengkap.

Microsoft Visual Studio – commercial

Miscrosoft Visual Studio adalah text editor yang dirilis oleh Microsoft. Ada berbagai macam versi. Ada yang berbayar maupun gratis. Untuk yang gratis terdapat embel-embel express. Sebenarnya Microsoft Visual Studio lebih diutamakan untuk pembuatan website menggunakan bahasa pemrograman ASP. Namun anda bisa menggunakan text editor tersebut untuk menuliskan bahasa pemrogramman PHP.

Senin, 26 Oktober 2015

Pengertian Server



Peladen (bahasa Inggris: server) merupakan sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Peladen didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar,dan juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan. Peladen juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya contoh sepertihalnya berkas atau pencetak, dan memberikan akses kepada stasiun kerja anggota jaringan.

Umumnya, di dalam sistem operasi peladen terdapat berbagai macam layanan yang menggunakan arsitektur klien/server. Contoh dari layanan ini adalah Protokol Konfigurasi Hos Dinamik, peladen surat, peladen PTH, peladen PTB, peladen DNS, dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi peladen umumnya membundel layanan-layanan tersebut, meskipun pihak ketiga dapat juga membuat layanan tersendiri. Setiap layanan tersebut akan menanggapi permintaan dari klien. Sebagai contoh, klien PKHD akan memberikan permintaan kepada peladen yang menjalankan layanan peladen PKHD; ketika sebuah klien membutuhkan alamat IP, klien akan memberikan permintaan kepada peladen, dengan bahasa yang dipahami oleh peladen PKHD, yaitu protokol PKHD itu sendiri.

Contoh sistem operasi peladen adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalahWindows 2000 Server dan Windows Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux.



Peladen biasanya terhubung dengan klien dengan kabel UTP dan sebuah kartu jaringan. Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA.

Dilihat dari fungsinya, peladen bisa di kategorikan dalam beberapa jenis, seperti peladen aplikasi, peladen data maupun peladen proksi. Peladen aplikasi adalah peladen yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam aplikasi yang dapat diakses oleh klien, peladen data sendiri digunakan untuk menyimpan data baik yang digunakan klien secara langsung maupun data yang diproses oleh peladen aplikasi. Peladen proksi berfungsi untuk mengatur lalu lintas di jaringan melalui pengaturan proksi. Orang awam lebih mengenal proxy server untuk mengkoneksikan komputer klien ke Internet.

Kegunaan peladen sangat banyak, misalnya untuk situs web, ilmu pengetahuan, atau sekadar penyimpanan data.

Rabu, 16 September 2015

Pengertian Diagram UML

Jenis Jenis Diagram UML

Pengertian Diagram UML

object oriented program
UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa untuk menetukan, visualisasi, kontruksi, dan mendokumentasikan artifact (bagian dari informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses pembuatan perangkat lunak. Artifact dapat berupa model, deskripsi atau perangkat lunak) dari system perangkat lunak, seperti pada pemodelan bisnis dan system non perangkat lunak lainnya.
UML merupakan bahasa standar untuk penulisan blueprint software yang digunakan untuk visualisasi, spesifikasi, pembentukan dan pendokumentasian alat-alat dari sistem perangkat lunak.





                                            Jenis-jenis Diagram UML, yaitu :

1. Use Case Diagram

Use case adalah abstraksi dari interaksi antara system dan actor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipe interaksi antara user sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita bagaimana sebuah system dipakai.
use case diagram



Diagram Use Case berguna dalam tiga hal :
  • Menjelaskan fasilitas yang ada (requirement)
  • Komunikasi dengan klien
  • Membuat test dari kasus-kasus secara umum

Kelebihan:
  • Interaksi antara pengguna dan system lain dengan system yang akan di buat cukup tergambar dengan baik.
  • Penggambaran dengan sederhana membuat identifikasi kebutuhan dengan use case dapat dengan lebih mudah untuk dipahami.
  • Pendekatan identifikasi kebutuhan dapat berdasarkan top down (keinginan dari manajemen level atas) maupun bottom up (keinginan pengguna akhir).
  • Dapat meng-include (memasukkan) fungsionalitas use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya.
  • dapat di-include oleh lebih dari satu use case lain, sehingga duplikasi fungsionalitas dapat dihindari dengan cara menarik keluar fungsionalitas yang common.
  • Dapat meng-extend (memperpanjang) use case lain dengan behaviour-nya sendiri.
  • Sementara hubungan generalisasi antar use case menunjukkan bahwa use case yang satu merupakan spesialisasi dari yang lain.
Kelemahan:
  • Kekurangan mengenai data masih kurang teridentifikasi dengan baik.

2. Activity Diagram

Activity diagram menyediakan analis dengan kemampuan untuk memodelkan proses dalam suatu sistem informasi. Activity diagram dapat digunakan untuk alur kerja model, use case individual, atau logika keputusan yang terkandung dalam metode individual3. Activity diagram juga menyediakan pendekatan untuk proses pemodelan paralel. Activity diagram lebih lanjut .





Pada dasarnya, diagram aktifitas canggih dan merupakan diagram aliran data yang terbaru. Secara teknis, diagram aktivitas menggabungkan ide-ide proses pemodelan dengan teknik yang berbeda termasuk model acara, statecharts, dan Petri Nets.


Notasi yang digunakan dalam activity diagram adalah sebagai berikut:
  1. Activity : Notasi yang menggambarkan pelaksanaan dari beberapa proses dalam aliran pekerjaan.
  2. Transition : Notasi yang digunakan untuk memperlihatkan jalan aliran control dari activity ke activity.
  3. Decision : Notasi yang menandakan kontro cabang aliran berdasarkan decision point.
  4. Synchronization bars : Aliran kerja notasi ini menandakan bahwa beberapa aktivitas dapat diselesaikan secara bersamaan (pararel).
3. Package Diagram

Package diagram utamanya digunakan untuk mengelompokkan elemen diagram UML yang berlainan secara bersama-sama ke dalam tingkat pembangunan yang lebih tinggi yaitu berupa sebuah paket. Diagram paket pada dasarnya adalah diagram kelas yang hanya menampilkan paket, disamping kelas, dan hubungan ketergantungan, disamping hubungan khas yang ditampilkan pada diagram kelas.





Sebagai contoh, jika kita memiliki sistem pendaftaran untuk kantor dokter, mungkin masuk akal untuk kelompok kelas pasien dengan kelas sejarah medis pasien bersama-sama untuk membentuk paket kelas pasien. Selain itu, dapat berguna untuk membuat paket perawatan yang mengandung gejala penyakit, penyakit, dan obat-obatan khas yang diresepkan untuk mereka. 

4. State Diagram

State diagram menggambarkan urutan keadaan yang dilalui objek dalam suatu kelas, karena suatu kejadian menyababkan suatu perpindahan aktivitas/state. State dari objek adalah penggolongan dari satu atau lebih nilai attribute pada kelas.
Bersifat dinamis. Diagram state ini memperlihatkan statestate pada system, memuat state, transisi, event, serta aktifitas. Diagram ini terutama penting untuk memperlihatkan sifat dinamis dari antarmuka, kelas, kolaborasi dan terutama penting pada pemodelan system – system yang reaktif.


contoh :“Peminjaman Barang””
  1. Seorang peminjam yang akan meminjam akan mengisi form peminjaman.
  2. Sistem akan megecek keadaan barang. Barang tersebut tersedia apa tidak, atau barang tersebut dapat di pinjam atau tidak
  3. Setelah barang tersedia, sistem akan memvalidasi persetujuan peminjaman barang dan menyerahkan barang kepada peminjam. 
  4. Sistem juga akan mencari informasi tentang barang yang akan dipinjam, maka akan dilakukan permintaan akan informasi barang.
  5. Jika informasi yang diterima masih kurang, akan dilakukan permintaan ulang sampai seluruh informasi yang dibutuhkan didapatkan.
  6. Saat informasi sudah cukup, informasi tersebut akan diserahkan kepada peminjam barang tersebut.

5. Sequence Diagram

Sequence diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu. Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram.
Bersifat dinamis. Diagram urutan adalah interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan (message) dalam suatu waktu tertentu.
Sequence diagram menekankan penyusunan berbasis waktu untuk kegiatan yang dilakukan dengan satu set dari objek yang berkolaborasi. Sequence diagram sangat berguna dalam membantu analis, memahami spesifikasi real-time dan menggunakan kasus yang rumit (lihat di bawah). Diagram ini dapat diguanakan untuk mendeskripsikan baik secara fisik dan logis interaksi antara objek.



Pada contoh

sequence diagram
diatas digambarkan contoh use case investasi perdagangan. Pada diagram tersebut obyek yang berinteraksi adalah user, userinterface sistem, dan interface terhadap sistem eksternal.Pada diagram tersebut terlihat aliran secara umum,yakni :
  • User memilih account investment.
  • Kemudian, sistem akan mengirimkan pesan pada sistem investor untukmelakukan query harga saham dari investasi pada account user.
  • Sistem akan menampilkan harga saham pada account investasi user.
  • User memilih investasi dan jumlah saham yang akan dijual.
  • Sistem akan mengirimkan pesan kepada sistem investor untukmenyampaikan permintaan untuk menjual saham yang telah ditentukan oleh user.

6. Class Diagram (Class Diagram)

Class adalah dekripsi kelompok obyek-obyek dengan property, perilaku (operasi) dan relasi yang sama. Sehingga dengan adanya class diagram dapat memberikan pandangan global atas sebuah system. Hal tersebut tercermin dari class- class yang ada dan relasinya satu dengan yang lainnya. Sebuah sistem biasanya mempunyai beberapa class diagram. Class diagram sangat membantu dalam visualisasi struktur kelas dari suatu system.
Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka, kolaborasi-kolaborasi, serta relasi-relasi. Diagram ini umum dijumpai pada pemodelan system berorientasi objek.
Kelas Diagram berfungsi untuk menjelaskan tipe dari object sistem dan hubungannya dengan object yang lain. Object adalah nilai tertentu dari setiap attribute kelas entity. Pada penggambaran kelas diagram ada dikenal dengan kelas analisis yaitu kelas ber-stereotype. Tapi yang biasanya dipakai adalah kelas diagram tanpa stereotype.

Kelemahan:
  1. Sulit untuk penentuan antara atribut atau kelas, sering terjadi kesalahan
  2. Pengimplementasian struktur data sukar dilakukan
Class memiliki 3 area pokok :
  1. Name (dan stereotype);
  2. Attribute;
  3. Method.



Penjelasan dari gambar di atas yaitu class pegawai memiliki hubungan langsung dengan slass department, class pelanggan memiliki keteterhubungan langsung dengan class transaksi, class transaksi tidak akan bisa tanpa adanya class departemen, begitu pun class produk yang dapat terbentuk tanpa adanya class transaksi, lalu class perlengkapan, makanan dan minuman dihungungkan menggunakan generalisasi ke class produk.

7. Communication Diagram

Communication diagram menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing objek. Setiap message memiliki sequence number, dimana message dari level tertinggi memiliki Nomor 1. Diagram membawa informasi yang sama dengan diagram Sequence, tetapi lebih memusatkan atau memfokuskan pada kegiatan obyek dari waktu pesan itu dikirimkan.
Contoh : Diagram Collaboration “Pemesanan kamar di Hotel”



.

8. Composite Structure Diagram

Diagram struktur komposit adalah diagram yang menunjukan struktur internal classifier, termasuk poin interaksinya ke bagian lain dari system. Hal ini menunjukkan konfigurasi dan hubungan bagian, yang bersama-sama melakukan perilaku classifier. Diagram struktur komposit merupakan jenis diagram struktur yang statis dalam UML, yang menggambarkan struktur internal kelas dan kolaborasi.







Struktur komposit dapat digunakan untuk menjelaskan:
  1. Struktur dari bagian-bagian yang saling berkaitan;
  2. Run-time struktur yang saling berhubungan.

9. Object Diagram

Object diagram merupakan sebuah gambaran tentang objek-objek dalam sebuah system pada satu titik waktu. Karena lebih menonjolkan perintah-perintah dari pada class, object diagram lebih sering disebut sebagai sebuah diagram perintah.
Object diagram sangat mirip dengan diagram kelas. Perbedaan utama adalah bahwa diagram objek menggambarkan objek dan hubungan mereka. Tujuan utama dari diagram objek adalah untuk memungkinkan analis untuk mengungkap rincian tambahan kelas. Dalam beberapa kasus, pernyataan variabel dari sebuah class diagram dapat membantu pengguna atau analis dalam menemukan atribut tambahan yang relevan, hubungan, dan atau operasi, atau mungkin menemukan bahwa beberapa atribut, hubungan, atau operasi yang salah tempat.
Bersifat statis. Diagram ini mempelihatkan objek-objek serta relasi-relasi antar objek. Diagram objek memperlihatkan instansiasi statis dari segala sesuatu yang dijumpai pada diagram kelas.





10. Timing Diagram

Memperlihatkan interaksi ketika tujuan utama diagram adalah waktu. Menggambarkan perubahan dalam state atau kondisi dari pengelompokkaninstance atau tugas berlebihan. Biasanya dipakai untuk memperlihatkan perubahan dalam state objectberlebihan dalam merespon ke external events. Dipakai untuk memperlihatkan perilaku dari sebuah/ beberapa object melaluiperiode waktu.


Ada 2 jenisTiming diagram yaitu
  1. Concise/simple notation: Dipakai untuk mengeksplorasi sebuah/beberapa object melalui periode waktu
  2. Robust notation



Diagram tersebut akan menjadi ideal ketika kita mampu menyeimbangkan ke-6 elemen yang ada, bukan menariknya ke satu atau dua arah saja. Tiap orang biasanya punya satu elemen yang dominan, tinggal bagaimana mengoptimalkan elemen-elemen yang lain saja.

11. Component Diagram

Diagram ini bila dikombinasikan dengan diagram penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan distribusi fisik dari modul perangkat lunak melalui jaringan. Misalnya, ketika merancang sistem client-server, hal ini berguna untuk menunjukkan mana kelas atau paket kelas akan berada pada node klien dan mana yang akan berada di server.





Diagram komponen juga dapat berguna dalam merancang dan mengembangkan sistem berbasis komponen. Karena berfokus pada analisis sistem berorientasi objek dan desain.

12. Deployment Diagram

Deployment diagram menggambarkan detail bagaimana komponen di deploy dalam infrastruktur system, dimana komponen akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal. Hubungan antar node ( misalnya TCP/IP) dan requirement dapat juga didefinisikan dalam diagram ini.



13. Interaction Overview Diagram

Interaction Overview Diagram adalah pecangkolan secara bersama antara activity diagram dengan sequence diagram. Interaction Overview Diagram dapat dianggap sebagai activity diagram dimana semua aktivitas diganti dengan sedikit sequence diagram, atau bisa juga dianggap sebagai sequence diagram yang dirincikan dengan notasi activity diagram yang digunakan untuk menunjukkan aliran pengawasan.



Pengertian UML

Pengertian UML

Definisi UML

  1. Unified Modeling Language merupakan metode pengembangan perangkat lunak (sistem informasi) dengan menggunakan metode grafis serta merupakan bahasa untuk visualisasi, spesifikasi, konstruksi serta dokumentasi [Adin05].
  2. Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa yang telah menjadi standard untuk visualisasi, menetapkan, membangun dan mendokumentasikan arti suatu sistem perangkat lunak [Hend07].
  3. Unified Modeling Language (UML) dapat didefinisikan sebagai sebuah bahasa yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak [Afif02].
  4. Unified Modeling Language (UML) merupakan standard modeling language yang terdiri dari kumpulan-kumpulan diagram, dikembangkan untuk membantu para pengembang sistem dansoftware agar bisa menyelesaikan tugas-tugas seperti [Joml07] :
    • Spesifikasi
    • Visualisasi
    • Desain arsitektur
    • Konstruksi
    • Simulasi dan testing
    • Dokumentasi
Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa “Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis Objek (OOP)  (Object Oriented programming)”.

Langkah-langkah penggunaan Unified Modeling Language (UML)

Adapun langkah-langkah penggunaan Unified Modeling Language (UML) [Afif02] diantaranya sebagai berikut :
  1. Buatlah daftar business process dari level tertinggi untuk mendefinisikan aktivitas dan proses yang mungkin muncul.
  2. Petakan use case untuk setiap business process untuk mendefinisikan dengan tepat fungsional yang harus disediakan oleh sistem, kemudian perhalus use case diagram dan lengkapi denganrequirement, constraints dan catatan-catatan lain.
  3. Buatlah deployment diagram secara kasar untuk mendefinisikan arsitektur fisik sistem.
  4. Definisikan requirement lain non fungsional, security dan sebagainya yang juga harus disediakan oleh sistem.
  5. Berdasarkan use case diagram, mulailah membuat activity diagram.
  6. Definisikan obyek-obyek level atas package atau domain dan buatlah sequence dan/ataucollaboration utuk tiap alir pekerjaan, jika sebuah use case memiliki kemungkinan alir normal danerror, buat lagi satu diagram untuk masing-masing alir.
  7. Buatlah rancangan user interface model yang menyediakan antarmuka bagi pengguna untuk menjalankan skenario use case.
  8. Berdasarkan model-model yang sudah ada, buatlah class diagram. Setiap package atau domaindipecah menjadi hirarki class lengkap dengan atribut dan metodenya. Akan lebih baik jika untuk setiap class dibuat unit test untuk menguji fungsionalitas class dan interaksi dengan class lain.
  9. Setelah class diagram dibuat, kita dapat melihat kemungkinan pengelompokkan class menjadi komponen-komponen karena itu buatlah component diagram pada tahap ini. Selain itu, definisikantest integrasi setiap komponen untuk meyakinkan ia dapat bereaksi dengan baik.
  10. Perhalus deployment diagram yang sudah dibuat. Detailkan kemampuan dan requirement piranti lunak, sistem operasi, jaringan dan sebagainya. Petakan komponen ke dalam node.
  11. Mulailah membangun sistem. Ada dua pendekatan yang tepat digunakan:
    • Pendekatan use case dengan mengassign setiap use case kepada tim pengembang tertentu untuk mengembangkan unit kode yang lengkap dengan test.
    • Pendekatan komponen yaitu mengassign setiap komponen kepada tim pengembang tertentu.
  12. Lakukan uji modul dan uji integrasi serta perbaiki model beserta codenya. Model harus selalu sesuai dengan code yang aktual.
  13. Perangkat lunak siap dirilis

Ruang Lingkup UML

Dalam kerangka spesifikasi, Unified Modeling Language (UML) menyediakan model-model yang tepat [Adin05], tidak mendua arti (ambigu) serta lengkap.
Secara khusus, Unified Modeling Language (UML) menspesifikasikan langkah-langkah penting dalampengambilan keputusan analisis, perancangan serta implementasi dalam sistem yang sangat bernuansa perangkat lunak (software intensive  system).
Dalam hal ini, Unified Modeling Language (UML) bukanlah merupakan bahasa pemprograman tetapi model-model yang tercipta berhubungan langsung dengan berbagai macam bahasa pemprograman, sehingga adalah mungkin melakukan pemetaan (mapping) langsung dari model-model yang dibuat dengan Unified Modeling Language (UML) dengan bahasa-bahasa pemprograman berorientasi obyek, sepertiJava, Borland Delphi, Visual Basic, C++, dan lain-lain.
Pemetaan (mapping) Unified Modeling Language (UML) bersifat dua arah yaitu :
  1. Generasi  kode bahasa pemprograman tertentu dari Unified Modeling Language (UML) forward engineering.
  2. Generasi kode belum sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna, pengembang dapat melakukan langkah balik bersifat iterative dari implementasi ke Unified Modeling Language (UML)hingga didapat sistem/peranti lunak yang sesuai dengan harapan pengguna dan pengembang.

Selasa, 01 September 2015

Tahap Normalisasi


TAHAPAN NORMALISASI


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Salam sejahtera untuk kita semua, Alhamdulillah atas segala Kenikmatan-Nya. Aamiin....

Perkenalkan nama saya Ilham Fajar F, saya adalah salah seorang Pelajar Di SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi Saya mengambil jurusan Teknik Informatika. Langsung saja, dalam kesempatan yang berbahagia ini saya akan menjelaskan apa itu Tahapan Normalisasi, Normalisasi itu sendiri serta hal-hal yang saling berkaitan.

NORMALISASI merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis data yang mengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi). NORMALISASI adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.

  • TUJUAN NORMALISASI : untuk menghilangkan kerangkapan data, untuk mengurangi kompleksitas, serta untuk mempermudah pemodifikasian data.
  • PROSES NORMALISASI : data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat, apabila tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.
  • TAHAPAN NORMALISASI : Tahapan Normalisasi dimulai dari tahap ringan (1NF) hingga paling ketat (5NF). Biasanya hanya sampai pada tingkat 3NF atau BCNF karena sudah cukup memadai untuk menghasilkan tabel-tabel yang berkualitas baik. Urutannya : 1NF, 2NF, 3NF, BCNF, 4 NF, 5NF
  1. Bentuk Tidak Normal
  2. Bentuk Normal Pertama (1NF) : Menghilangkan Perulangan Grup
  3. Bentuk Normal Kedua (2NF) : Menghilangkan Ketergantungan Parsial
  4. Bentuk Normal Ketiga (3NF) : Menghilangkan Ketergantungan Transitif
  5. Bentuk Normal Boyce-Code Form (BCNF) : Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional
  6. Bentuk Normal Keempat (4NF) : Menghilangkan ketergantungan multivalue
  7. Bentuk Normal Kelima : Menghilangkan anomali-anomali yang tersisa

  • FUNGSIONAL DEPENDENSI : misalkan kita pakai notasi A--> B adalah atribut dari sebuah tabel. Berarti secara fungsional A menentukan B atau B tergantung pada A, jika dan hanya jika ada 2 baris data dengan nilai A yang sama, maka nilai B juga sama. Sebagai contohnya, ada sebuah nota seperti pada gambar di bawah ini :
fungsi formulir ?
masalah yang muncul ?
jumlah atribut ?
Kemudian dijadikan ke dalam bentuk
  1. Un-Normal Form
  • Berupa relasi umum, sesuai kenyataan
  • Mencerminkan item data nyata
  • Mencerminkan bagian dari suatu sistem
  • Belum dapat digunakan sebagai database
  • Bentuk Flat Table menggambarkan jumlah atribut

2. Bentuk Normal Tahap Pertama (1NF)
  • Bentuk normal 1NF terpenuhi jika sebuah tabel tidak memiliki atribut bernilai banyak (multivalued attribute), atribut composite atau kombinasinya dalam domain data yang sama.
  • Setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi lagi).

Masalah yang muncul : Duplication, Inconsistency, Data Isolation, dan Un-Efficiency
3. Bentuk Normal Tahap Kedua (2NF)
  • Bentuk Normal 2NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk 1NF, dan semua atribut selain primary key, secara utuh memiliki Functional dependency pada primary key.
  • Sebuah tabel tidak memenuhi 2NF, jika ada atribut yang ketergantungannya (Functional Dependency) hanya bersifat parsial saja (hanya tergantung pada sebagian dari primary key).
  • Jika terdapat atribut yang tidak memiliki ketergantungan terhadap primary key, maka atribut tersebut harus dipindah atau dihilangkan.
Lanjutan dari materi diatas, bahwa tabel yang sudah ada tadi yang berisi atribut Nota No., Tanggal, Tuan, Alamat, Kota, Phone, Seri, Nama Barang, Jumlah, Harga, Satuan, Jumlah Harga, dan Total.
Kita dapat urai lagi menjadi beberapa tabel baru, sebagai contoh saya bagi tiga tabel baru. Untuk penamaannya terserah kita. Misalkan kita dapat pecah dengan nama Tabel NTT, Tabel TAKP, dan Tabel SNJHS-J seperti pada gambar berikut :





Dari ketiga tabel tersebut masih ada beberapa masalah yang muncul yakni masalah :
  • Lose-Less Decomposition
  • Dependency Preservation. Coba kita lihat pada tabel SNJHS-J, atribut Jumlah serta Jumlah Harga masih juga samar-samar jadi permasalahan yang muncul adalah Transitive Dependency. Maka perlu dilakukan langkah normalisasi bentuk ketiga (3NF).
4. Bentuk Normal Tahap Ketiga (3NF)
  • Bentuk normal 3NF terpenuhi jika telah memenuhi bentuk 2NF, dan jika tidak ada atribut non primary key yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lainnya,
  • Untuk setiap Functional Dependency dengan notasi X-->A, maka :
  • X harus menjadi superkey pada tabel tersebut.
  • Atau A merupakan bagian dari primary key pada tabel tersebut.
Coba kita lihat lagi tabel SNJHS-J, kita dapat memecah kembali tabel tersebut dengan membagi atribut Seri, Nama Barang, Harga, dan Satuan menjadu satu tabel. Untuk Tabel NTT dan Tabel TAKP sudah tidak ada masalah lagi. Jadi sampai bentuk ketiga ini kita sudah memiliki 4 tabel baru.
Dengan tambahan dari pemecahan tabel SNJHS-J menjadi SNHS dan SJJ. Seperti pada gambar di bawah ini :





Apakah perlu dilakukan tahapan selanjutnya ke BCNF? Dari awal sudah ada penjelasan bahwa untuk Tahap Ketiga ini tabel-tabel sudah berkualitas baik. Kalau bisa dilakukan ke BCNF tidak masalah. OK...daripada bingung-bingung saya jelaskan langsung saja Apa itu BCNF.
5. Boyce-Code Normal Form (BCNF)
  • Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap Functional Dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk : X --> Y maka X adalah Super Key.
  • Tabel tersebut harus di dekomposisi berdasarkan Functional Dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi.
  • Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF. Perbedaannya, untuk Functional Dependency X--> A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key.
6. Bentuk Normal Tahap Keempat (4NF) atau MVD dan PJNF
  • Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued attribute.
  • Untuk setiap multivalued attribute (MVD) juga harus merupakan Functional Dependency
7. Bentuk Normal Tahap Kelima (5NF)
  • Bentuk normal 5NF terpenuhi jika memiliki sebuah loseloss decomposition menjadi tabel-tabel yang lebih kecil.
  • Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk berdasarkan Functional Dependency, 5NF dibentuk berdasarkan konsep Join Dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi untuk membentuk tabel semula.
8. Overnormalisasi
  • Analisa Overnormalisasi diperlukan jika :
  • Database ini digunakan untuk sistem multi user
  • Tabel-tabel yang sudah normal ini digabungkan dengan fungsi lain yang ada di lapangan, misalnya; untuk fungsi retur, untuk fungsi inventori, untuk fungsi sales order maupun order pembelian, untuk fungsi keamanan database, dan lain-lain.

Semoga bermanfaat sobat....!!!!
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html